Cerita dari Abah
Geyot Gila: Rahasia Belalang Goreng Majalengka yang Bikin Orang Ketagihan Turun Temurun
Cerita ABAH GEYOT · sekitar 3 menit baca
Pernah melihat orang menatap bungkus belalang goreng dengan ekspresi campuran antara penasaran dan ragu? Itu ekspresi sebelum gigitan pertama. Setelah itu biasanya berubah jadi: "Eh, kok enak?"
Dari sawah ke kemasan
Di Majalengka, Jawa Barat, ada satu camilan yang sudah sejak lama jadi buah bibir para petani dan anak muda: belalang goreng. Bukan sembarang belalang, tapi yang dipilih, dibersihkan, dan digoreng dengan resep turun-temurun hingga renyah seperti keripik dan gurihnya bikin lidah bergoyang. ABAH GEYOT lahir dari tradisi ini, mengemas kenangan masa kecil di sawah menjadi camilan kekinian yang berani dan nagih.
Kenapa belalang? Karena sawah yang bicara
Dulu saat musim kemarau tiba, belalang datang berbondong-bondong ke sawah. Daripada dibasmi dengan pestisida, masyarakat Majalengka justru memanfaatkannya jadi sumber protein alami. Digoreng dengan bumbu rahasia (ada yang bilang ada sentuhan kencur dan daun jeruk purut), hasilnya adalah tekstur yang super garing di luar, tetap ada sedikit kenyal di dalam, dan rasa gurih alami yang bikin susah berhenti.
Original atau Pedas?
Versi Original ABAH GEYOT menjaga rasa autentik itu, sementara versi Pedas bikin mata melek dan keringat sedikit keluar, persis seperti orang Sunda lagi makan sambel!
Saudara dari negeri sakura
Yang menarik, budaya makan serangga bukan hal aneh di dunia. Di Jepang, inago (belalang) adalah makanan khas yang dihormati. ABAH GEYOT sengaja memakai nama "Inago Age" di kemasan supaya orang tahu bahwa camilan tradisional kita ini punya saudara di negeri sakura. Proteinnya tinggi, lemaknya relatif rendah, dan jejak lingkungannya umumnya lebih ringan daripada banyak camilan modern. Jadi kalau ada yang bilang "kok makan belalang?", jawab saja santai: "Lebih aneh kalau masih takut coba sesuatu yang sudah dimakan nenek moyang kita berabad-abad."
Jadi, berani?
Lihat kemasan Jepang di Instagram
Masih ragu? Wajar. Durian yang baunya bisa bikin satu kompleks tahu saja akhirnya punya penggemar setia. Sekarang giliran belalang. Satu bungkus, risikonya cuma satu: nagih.
Catatan: produk ini terbuat dari serangga. Orang dengan alergi makanan laut, seperti udang, sebaiknya berhati-hati.